Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 25 Februari 2025

Psoriasis Vulgaris: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Foto by Nabastala Sandyakala doc. Pribadi


Halo, Sahabat Blogger! Selamat datang kembali di blog saya.


Melanjutkan artikel yang saya post beberapa waktu lalu, kali ini saya akan membagikan informasi mengenai Psoriasis Vulgaris. Namun, sebelum itu, saya ingin menegaskan bahwa informasi yang saya berikan bersifat umum dan hanya untuk edukasi. Untuk diagnosis dan penanganan lebih lanjut, silakan konsultasikan dengan dokter ahli.


Apa Itu Psoriasis Vulgaris?


Psoriasis Vulgaris atau psoriasis plak adalah salah satu bentuk paling umum dari psoriasis. Kondisi ini ditandai dengan area kulit yang meradang dan ditutupi oleh sisik berwarna putih keperakan. Plak ini biasanya muncul di lutut, siku, punggung, dan kulit kepala. Meskipun dapat menyebabkan gatal dan nyeri, psoriasis vulgaris tidak menular.


Penyebab Psoriasis Vulgaris


Hingga saat ini, penyebab pasti psoriasis vulgaris belum sepenuhnya dipahami. Namun, kondisi ini dianggap sebagai penyakit autoimun, di mana sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel kulit sehat, sehingga mempercepat proses regenerasi kulit.


Pada kulit normal, pergantian sel terjadi dalam 28–48 hari, sedangkan pada penderita psoriasis vulgaris, pergantian ini hanya berlangsung 3–7 hari. Akibatnya, sel-sel kulit menumpuk di permukaan sebelum sempat mengelupas, membentuk plak tebal dan bersisik yang menjadi ciri khas penyakit ini.

Faktor Pemicu dan yang Memperparah Psoriasis

Beberapa faktor yang dapat memicu atau memperburuk psoriasis vulgaris antara lain:

1. Faktor genetik – Riwayat keluarga yang memiliki kondisi serupa meningkatkan risiko seseorang terkena psoriasis.

2. Stres – Dapat merangsang respons imun yang berlebihan, memicu peradangan, serta menyebabkan kulit terasa lebih gatal.

3. Infeksi – Infeksi oleh virus atau bakteri dapat mempengaruhi sistem kekebalan tubuh dan memperparah psoriasis.

4. Cuaca – Udara dingin dan kering dapat menyebabkan kulit lebih mudah iritasi dan meningkatkan rasa gatal.

5. Kebiasaan merokok – Zat kimia dalam rokok, seperti nikotin dan tar, dapat mengganggu sistem kekebalan tubuh, meningkatkan risiko psoriasis.

6. Konsumsi alkohol – Dapat memperburuk kondisi penderita psoriasis.

7. Cedera kulit – Luka atau trauma pada kulit dapat memicu munculnya plak psoriasis.

8. Obat-obatan tertentu – Beberapa jenis obat dapat memperburuk gejala psoriasis.

Gejala Psoriasis Vulgaris

Gejala utama psoriasis vulgaris meliputi:

1. Plak merah bersisik yang menonjol di permukaan kulit.

2. Rasa gatal, perih, atau sensasi terbakar di area yang terkena.

3. Plak yang mengeras hingga membentuk retakan pada kulit.

4. Plak pada kulit kepala yang terlihat seperti ketombe.


Pengobatan Psoriasis Vulgaris

Meskipun psoriasis tidak dapat disembuhkan secara total, gejalanya bisa dikendalikan dengan beberapa metode pengobatan utama, yaitu:

1. Pengobatan topikal (oles)

2. Pengobatan sistemik (oral/injeksi)

3. Terapi cahaya (fototerapi)


1. Pengobatan Topikal (Salep atau Krim Oles)

Digunakan untuk kasus ringan hingga sedang. Jenis obat yang umum digunakan meliputi:

  • Kortikosteroid topikal – Mengurangi peradangan, kemerahan, dan gatal. Contoh: Hydrocortisone, Betamethasone, Clobetasone. Penggunaannya harus dalam jangka pendek untuk menghindari efek samping seperti penipisan kulit.

  • Vitamin D analog – Memperlambat pertumbuhan sel kulit dan peradangan. Contoh: Calcipotriol, Calcitriol.

  • Retinoid topikal – Membantu regenerasi kulit dan mengurangi plak psoriasis, tetapi dapat menyebabkan iritasi atau meningkatkan sensitivitas terhadap sinar matahari. Contoh: Tazarotene.

  • Pelembap – Mencegah kulit kering, mengurangi rasa gatal, serta membantu mengangkat plak.


2. Pengobatan Sistemik (Oral atau Suntik)

Digunakan untuk kasus psoriasis sedang hingga berat. Jenis obatnya meliputi:

  • Retinoid oral – Mengurangi pertumbuhan sel kulit berlebih. Tidak boleh digunakan oleh wanita hamil. Contoh: Acitretin.
  • Methotrexate (obat imunosupresan) – Menghambat sistem imun serta memperlambat atau menghentikan pertumbuhan sel kulit.
  • Siklosporin – Menekan sistem imun untuk mengurangi peradangan.
  • Obat biologis (suntikan/infus) – Menargetkan bagian spesifik dari sistem kekebalan tubuh untuk mengurangi peradangan. Digunakan untuk kasus psoriasis berat yang tidak merespons pengobatan lain.

3. Pengobatan dengan Cahaya (Fototerapi)

Menggunakan sinar ultraviolet (UV) untuk menghambat pertumbuhan sel kulit yang berlebihan.

---

Nah, Sahabat Blogger, itulah informasi mengenai Psoriasis Vulgaris yang bisa saya bagikan kali ini. Jika ada yang kurang jelas atau Anda mengalami gejala seperti yang disebutkan di atas, silakan konsultasikan dengan dokter di rumah sakit atau klinik terdekat.


Terima kasih sudah mampir!


Sumber: Wikipedia


Senin, 17 Februari 2025

Mengenal Psoriasis: Penyakit Autoimun Yang Menyerang Kulit

Halo, Sahabat Blogger!

Kali ini, saya ingin berbagi informasi tentang psoriasis dan autoimun. Sebagai pejuang autoimun sendiri, saya merasa penting untuk meningkatkan kesadaran tentang kondisi ini.

Awalnya, saya mengira penyakit gatal-gatal yang saya alami sejak tahun 2004 itu hanyalah penyakit gatal-gatal biasa. Saya sempat berobat ke dokter kulit yang ada di luar kota tempat saya tinggal, karena di kota saya belum ada dokter kulit waktu itu, tetapi penyakit ini terus hilang timbul. Rasa tidak percaya diri pun muncul. Setelah mencari informasi sendiri, saya curiga bahwa ini adalah psoriasis, tetapi saya butuh kepastian dari dokter.

Penyakit ini masih hilang timbul. Hingga akhirnya, pada Oktober 2025, saya memberanikan diri untuk berobat ke RSUD, kebetulan saya punya BPJS jadi dengan rujukkan dari klinik, saya berobat ke dokter spesialis kulit yang ada di rumah sakit. Setelah menjalani pemeriksaan akhirnya dokter memvonis saya, benar saya terkena  psoriasis. Meski sudah menduganya, tetap saja mendengar langsung dari dokter membuat saya terpukul. Saya bahkan harus menjalani rawat inap selama tiga hari untuk pemeriksaan dan pengobatan lebih lanjut.

Apakah Itu Autoimun?

Autoimun adalah kondisi di mana sistem kekebalan tubuh ( imun ) seseorang menyerang sel-sel sehat dalam tubuhnya sendiri. Biasanya sistem kekebalan tubuh berfungsi melindungi tubuh dari organisme asing seperti virus dan bakteri dengan menghasilkan antibodi. Tapi dalam penyakit autoimun sistem kekebalan tubuh menganggap sel-sel tubuh yang sehat sebagai zat asing sehingga sistem kekebalan tubuh malah menyerangnya. Belum dapat dipastikan penyebab dari autoimun ini, tapi beberapa faktor seperti genetik, infeksi dan paparan zat kimia bisa menjadi penyebabnya. Ada banyak jenis autoimun salah satunya adalah psoriasis.

Apakah Itu Psoriasis?

Psoriasis adalah penyakit autoimun kronis yang mempengaruhi kulit. Psoriasis menyebabkan peradangan pada kulit yang ditandai dengan adanya bercak merah bersisik yang seringkali disertai rasa gatal dan nyeri. Psoriasis bisa muncul di area siku, lutut, punggung bawah dan kulit kepala. Tidak seperti sakit kulit lainnya, psoriasis tidak menular. Ada beberapa macam Psoriasis di antaranya adalah :

1. Psoriasis Vulgaris ( psoriasis plak) adalah jenis psoriasis yang umum.
2. Psoriasis Gutata
3. Psoriasis Pustular 
4. Psoriasis Kuku
5. Psoriasis Athritis
6. Psoriasis Kulit Kepala
7. Psoriasis Eritrodermik
8. Psoriasis Inversa

Karena saya menderita psoriasis vulgaris, di artikel selanjutnya saya akan membahas tentang penyebab, gejala dan ciri-ciri psoriasis vulgaris serta langkah-langkah pengobatan dan pencegahannya.

Apakah sahabat Blogger juga ada yang memilki pengalaman yang sama? share pengalamannya di kolom komentar ya. Jangan lupa untuk terus mengikuti blog saya. Terima Kasih dan salam sehat untuk semuanya.


Sumber: Wikipedia, Alodokter.