Selasa, 14 April 2026

Takdir atau Hadir

Seseorang tidak bertanggungjawab atas hati seseorang lainnya. 

Dia bisa menjadi takdir atau hanya sekedar hadir... 

Tapi... sesuatu yang dimulai maka harus diakhiri dengan benar. 

Tidak perlu menghindar karena jika sesuatu masanya telah usai dia akan melebur dengan sendirinya. 

Terimakasih telah mengisi ruang sunyiku dan menjadikannya terasa penuh, karena tulus tidak pernah menengadahkan tangannya ke atas 

Jika esok hari atau lusa semesta masih mengizinkan, mari bertatap muka meski tanpa sepatah kata.🍀

N. Sandyakala, Ruang Kala | Januari | 2026 | 02.35 a.m

Selasa, 24 Juni 2025

Waspadai Penyakit Kencing Tikus: Leptospirosis Bisa Mematikan

 



Halo, Sahabat Blogger!


Sahabat Blogger, apakah kalian pernah mendengar tentang penyakit kencing tikus? di balik namanya yang terdengar sepele, penyakit ini bisa menyebabkan kematian jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat. Dalam dunia medis penyakit ini dikenal dengan nama leptospirosis, penyakit infeksi serius yang bisa menyerang siapa saja bahkan penularannya bisa terjadi di lingkungan rumah tangga terutama jika ada banyak tikus yang berkeliaran bebas. Lalu apa sih leptospirosis itu? 


Leptospirosis adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Leptospira, yang hidup dalam urin hewan terinfeksi terutama tikus. Bakteri ini bisa bertahan di air dan tanah selama berminggu-minggu, leptospirosis adalah penyakit yang bisa menular dari hewan ke manusia. Bagaimana leptospirosis bisa menular?


Leptospirosis bisa menular melalui beberapa cara:

  • Kontak langsung dengan air atau tanah yang terkontaminasi urin tikus, terutama lewat luka terbuka atau kulit lembab.
  • Melalui makanan dan minuman.


Makanan dan minuman yang dibiarkan terbuka apalagi di dapur beresiko terkontaminasi urin tikus, jadi alangkah baiknya mencuci semua bahan makanan sebelum digunakan.


Apa saja gejala yang timbul saat seseorang terjangkit leptospirosis?

Gejala leptospirosis bisa muncul dalam 2 hingga 30 hari setelah terinfeksi. Gejalanya bervariasi, mulai dari ringan hingga berat, seperti:


  • Demam
  • Nyeri otot, terutama di betis dan punggung
  • Sakit kepala
  • Mual dan muntah
  • Mata kemerahan


Dalam kasus berat, infeksi bisa menyebabkan kerusakan hati dan ginjal, kulit dan mata menjadi kuning, sesak napas hingga kematian.


Siapa saja sih yang rentan terkena leptospirosis?


Pada umumnya leptospirosis bisa menginfeksi siapa saja, tapi ada beberapa kelompok yang memiliki risiko lebih tinggi, yaitu:

1. Pekerja Lapangan

  • Petani
  • Pekerja tambang
  • Pekerja konstruksi
  • Petugas kebersihan
  • Pekerja saluran air atau got
  • Petugas penyelamat saat banjir

2. Warga di Daerah Rawan Banjir

Warga yang tinggal di lingkungan tidak bersih

Sampah menumpuk, sanitasi buruk atau populasi tikus yang tidak terkendali meningkatkan risiko penularan.

3. Anak-anak

Anak-anak sering bermain di luar tanpa alas kaki dan sistem kekebalan mereka masih berkembang.

4. Pemilik Hewan Ternak atau Peliharaan

Hewan seperti anjing, kucing atau ternak bisa menjadi pembawa bakteri tanpa menunjukkan gejala.


Bagaimana cara pengobatannya?

Jika dicurigai terinfeksi leptospirosis, segera periksa ke fasilitas kesehatan. Dokter akan melakukan pemeriksaan, untuk kasus serius, pasien perlu dirawat inap dan mendapat perawatan intensif.


Karena penularan bisa terjadi di rumah, termasuk lewat makanan, berikut cara pencegahan yang bisa dilakukan:


  • Simpan makanan dan bahan masakan dalam wadah tertutup
  • Hindari membiarkan makanan terbuka di dapur
  • Bersihkan dapur scara rutin
  • Tutup celah agar tikus dari luar tidak masuk
  • Gunakan perangkap tikus jika perlu
  • Pastikan air minum bersih
  • Jangan ada sampah menumpuk di dapur
  • Cuci tangan sebelum dan sesudah mengolah makanan


Leptospirosis adalah penyakit berbahaya yang sering kali tidak disadari, tikus yang kerap dianggap remeh dan dianggap hanya sebagai hama ternyata bisa membawa penyakit yang mematikan. Jadi marilah kita jaga kebersihan untuk melindungi diri dan keluarga kita dari penyakit. Karena mencegah lebih baik daripada mengobati.


Salam sehat, Sahabat Blogger semuanya. 

Selasa, 13 Mei 2025

Melestarikan Babarit: Ungkapan Rasa Syukur dan Tradisi Leluhur


Sumber gambar: Dokumen pribadi Nabastala Sandyakala



Halo, sahabat blogger!

Tahukah kalian bahwa di tengah arus modernisasi yang terus berkembang, masih ada tradisi-tradisi lokal yang tetap menjadi akar kuat penjaga identitas budaya suatu daerah? Salah satunya adalah tradisi masyarakat Sunda yang masih lestari hingga kini, yaitu babarit—sebuah tradisi penuh makna yang dilakukan sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan atas hasil bumi, sekaligus permohonan keselamatan dari berbagai bencana.

 Apa Itu Babarit?


 Babarit adalah tradisi masyarakat Sunda yang digelar untuk mengungkapkan rasa terima kasih kepada Tuhan atas rezeki yang diberikan melalui alam, terutama hasil pertanian. Di beberapa daerah, tradisi ini juga dikenal dengan nama sedekah bumi. Pelaksanaannya biasanya melibatkan doa bersama, makan bersama, dan terkadang diiringi dengan pertunjukan kesenian tradisional. Namun, di beberapa daerah, babarit dilaksanakan secara lebih sederhana. Warga berkumpul (ngariung) di perempatan jalan, duduk melingkar sambil membawa makanan dari rumah masing-masing. Setiap rumah biasanya menyumbangkan minimal satu jenis makanan, seperti nasi tumpeng, nasi kuning, atau nasi uduk, disertai buah-buahan, minuman, dan makanan ringan lainnya. Makanan tersebut kemudian dikumpulkan, dan setelah doa dipanjatkan bersama, barulah warga menyantap hidangan tersebut secara bersama-sama.

 Waktu dan Tempat Pelaksanaan


Waktu pelaksanaan babarit berbeda-beda tergantung pada adat dan kesepakatan masing-masing daerah. Di desaku, Sidamulih, Kabupaten Pangandaran, tradisi ini biasanya dilaksanakan pada bulan Hapit dan setiap malam Kliwon, yang dianggap sebagai waktu sakral dan selalu dilaksanakan di perempatan jalan.

 Makna dan Nilai Babarit 



Babarit bukan sekadar ritual atau tradisi turun-temurun. Ia memuat pesan-pesan sosial dan budaya yang kuat, antara lain: 

  • Mempererat silaturahmi antarwarga
  •  Mengajarkan rasa syukur dan rendah hati
  •  Melatih kebersamaan dan semangat gotong royong
  •  Menjaga warisan leluhur agar tetap hidup di tengah masyarakat modern 
  • Mencerminkan rasa cinta dan penghargaan terhadap alam sebagai sumber rezeki dan kehidupan

Menjaga Tradisi di Tengah Arus Modernisasi


Meskipun kehidupan kini berubah dengan cepat, teknologi semakin maju, dan gaya hidup pun bergeser, semoga generasi muda tetap menjaga dan melestarikan tradisi ini. Sebab, babarit bukan hanya budaya atau upacara semata. Ia adalah wujud rasa syukur kepada Tuhan, bentuk penghormatan terhadap alam, serta pengingat akan pentingnya kebersamaan dan identitas lokal. Mari kita jaga dan hidupkan terus warisan budaya yang indah ini, agar tidak lekang oleh waktu.

Selasa, 25 Februari 2025

Psoriasis Vulgaris: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Foto by Nabastala Sandyakala doc. Pribadi


Halo, Sahabat Blogger! Selamat datang kembali di blog saya.


Melanjutkan artikel yang saya post beberapa waktu lalu, kali ini saya akan membagikan informasi mengenai Psoriasis Vulgaris. Namun, sebelum itu, saya ingin menegaskan bahwa informasi yang saya berikan bersifat umum dan hanya untuk edukasi. Untuk diagnosis dan penanganan lebih lanjut, silakan konsultasikan dengan dokter ahli.


Apa Itu Psoriasis Vulgaris?


Psoriasis Vulgaris atau psoriasis plak adalah salah satu bentuk paling umum dari psoriasis. Kondisi ini ditandai dengan area kulit yang meradang dan ditutupi oleh sisik berwarna putih keperakan. Plak ini biasanya muncul di lutut, siku, punggung, dan kulit kepala. Meskipun dapat menyebabkan gatal dan nyeri, psoriasis vulgaris tidak menular.


Penyebab Psoriasis Vulgaris


Hingga saat ini, penyebab pasti psoriasis vulgaris belum sepenuhnya dipahami. Namun, kondisi ini dianggap sebagai penyakit autoimun, di mana sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel kulit sehat, sehingga mempercepat proses regenerasi kulit.


Pada kulit normal, pergantian sel terjadi dalam 28–48 hari, sedangkan pada penderita psoriasis vulgaris, pergantian ini hanya berlangsung 3–7 hari. Akibatnya, sel-sel kulit menumpuk di permukaan sebelum sempat mengelupas, membentuk plak tebal dan bersisik yang menjadi ciri khas penyakit ini.

Faktor Pemicu dan yang Memperparah Psoriasis

Beberapa faktor yang dapat memicu atau memperburuk psoriasis vulgaris antara lain:

1. Faktor genetik – Riwayat keluarga yang memiliki kondisi serupa meningkatkan risiko seseorang terkena psoriasis.

2. Stres – Dapat merangsang respons imun yang berlebihan, memicu peradangan, serta menyebabkan kulit terasa lebih gatal.

3. Infeksi – Infeksi oleh virus atau bakteri dapat mempengaruhi sistem kekebalan tubuh dan memperparah psoriasis.

4. Cuaca – Udara dingin dan kering dapat menyebabkan kulit lebih mudah iritasi dan meningkatkan rasa gatal.

5. Kebiasaan merokok – Zat kimia dalam rokok, seperti nikotin dan tar, dapat mengganggu sistem kekebalan tubuh, meningkatkan risiko psoriasis.

6. Konsumsi alkohol – Dapat memperburuk kondisi penderita psoriasis.

7. Cedera kulit – Luka atau trauma pada kulit dapat memicu munculnya plak psoriasis.

8. Obat-obatan tertentu – Beberapa jenis obat dapat memperburuk gejala psoriasis.

Gejala Psoriasis Vulgaris

Gejala utama psoriasis vulgaris meliputi:

1. Plak merah bersisik yang menonjol di permukaan kulit.

2. Rasa gatal, perih, atau sensasi terbakar di area yang terkena.

3. Plak yang mengeras hingga membentuk retakan pada kulit.

4. Plak pada kulit kepala yang terlihat seperti ketombe.


Pengobatan Psoriasis Vulgaris

Meskipun psoriasis tidak dapat disembuhkan secara total, gejalanya bisa dikendalikan dengan beberapa metode pengobatan utama, yaitu:

1. Pengobatan topikal (oles)

2. Pengobatan sistemik (oral/injeksi)

3. Terapi cahaya (fototerapi)


1. Pengobatan Topikal (Salep atau Krim Oles)

Digunakan untuk kasus ringan hingga sedang. Jenis obat yang umum digunakan meliputi:

  • Kortikosteroid topikal – Mengurangi peradangan, kemerahan, dan gatal. Contoh: Hydrocortisone, Betamethasone, Clobetasone. Penggunaannya harus dalam jangka pendek untuk menghindari efek samping seperti penipisan kulit.

  • Vitamin D analog – Memperlambat pertumbuhan sel kulit dan peradangan. Contoh: Calcipotriol, Calcitriol.

  • Retinoid topikal – Membantu regenerasi kulit dan mengurangi plak psoriasis, tetapi dapat menyebabkan iritasi atau meningkatkan sensitivitas terhadap sinar matahari. Contoh: Tazarotene.

  • Pelembap – Mencegah kulit kering, mengurangi rasa gatal, serta membantu mengangkat plak.


2. Pengobatan Sistemik (Oral atau Suntik)

Digunakan untuk kasus psoriasis sedang hingga berat. Jenis obatnya meliputi:

  • Retinoid oral – Mengurangi pertumbuhan sel kulit berlebih. Tidak boleh digunakan oleh wanita hamil. Contoh: Acitretin.
  • Methotrexate (obat imunosupresan) – Menghambat sistem imun serta memperlambat atau menghentikan pertumbuhan sel kulit.
  • Siklosporin – Menekan sistem imun untuk mengurangi peradangan.
  • Obat biologis (suntikan/infus) – Menargetkan bagian spesifik dari sistem kekebalan tubuh untuk mengurangi peradangan. Digunakan untuk kasus psoriasis berat yang tidak merespons pengobatan lain.

3. Pengobatan dengan Cahaya (Fototerapi)

Menggunakan sinar ultraviolet (UV) untuk menghambat pertumbuhan sel kulit yang berlebihan.

---

Nah, Sahabat Blogger, itulah informasi mengenai Psoriasis Vulgaris yang bisa saya bagikan kali ini. Jika ada yang kurang jelas atau Anda mengalami gejala seperti yang disebutkan di atas, silakan konsultasikan dengan dokter di rumah sakit atau klinik terdekat.


Terima kasih sudah mampir!


Sumber: Wikipedia


Jumat, 21 Februari 2025

Munggahan: Tradisi Makan Bersama Sebelum Ramadan

Foto by:Putri, Munggahan 20 Februari 2025

Halo, Sahabat Blogger!

Sahabat Blogger, sebentar lagi bulan Ramadan tiba. Sudahkah kalian melakukan persiapan untuk menyambut bulan penuh berkah ini? Sahabat Blogger, pernahkah kalian mendengar tentang munggahan? Pasti pernah, kan?

Apa Itu Munggahan?

Munggahan adalah tradisi masyarakat Sunda di Jawa Barat yang dilakukan untuk menyambut datangnya bulan Ramadan. Kata munggahan berasal dari kata unggah, yang berarti naik atau menaikkan. Tradisi ini mencerminkan persiapan diri secara spiritual dalam menghadapi bulan Ramadan. Masyarakat biasanya memanfaatkannya sebagai momen untuk membersihkan diri, baik secara lahir maupun batin.

Kegiatan munggahan biasanya dilakukan pada akhir bulan Syakban, tepatnya satu atau dua hari sebelum Ramadan. Tradisi ini meliputi berbagai aktivitas seperti silaturahmi, saling bermaafan, berdoa bersama, makan bersama, dan ziarah kubur.

Namun, dalam beberapa tahun terakhir, makna munggahan di beberapa daerah mengalami sedikit pergeseran. Bukan perubahan yang terlalu besar, tetapi saat ini munggahan lebih identik dengan acara makan bersama. Bahkan, bukan hanya satu atau dua hari sebelum Ramadan, masyarakat mulai melakukan munggahan sejak awal atau pertengahan bulan Syakban. Mereka sering menyebutnya sebagai munggahan part 1, part 2, dan seterusnya hingga akhir bulan Syakban. Jadi sekarang arti munggahan lebih ke acara makan bersama.

Munggahan ini biasa dilakukan bersama keluarga, teman, pasangan, hingga rekan kerja. Setelah itu, satu hari sebelum Ramadan, masyarakat biasanya melakukan mandi besar untuk membersihkan diri, lalu di siang harinya mereka melakukan ziarah kubur.

Nah, Sahabat Blogger, sudah munggahan part ke berapakah kalian? Lalu, di daerah kalian, apakah ada tradisi serupa dengan nama yang berbeda? Yuk, bagikan di kolom komentar!

Marhaban ya Ramadan. Selamat menjalankan ibadah Ramadan untuk seluruh umat Muslim di dunia. Semoga kita semua mendapatkan berkah dan ampunan di bulan suci ini. Salam silaturahmi!

Sumber: Wikipedia

Senin, 17 Februari 2025

Mengenal Psoriasis: Penyakit Autoimun Yang Menyerang Kulit

Halo, Sahabat Blogger!

Kali ini, saya ingin berbagi informasi tentang psoriasis dan autoimun. Sebagai pejuang autoimun sendiri, saya merasa penting untuk meningkatkan kesadaran tentang kondisi ini.

Awalnya, saya mengira penyakit gatal-gatal yang saya alami sejak tahun 2004 itu hanyalah penyakit gatal-gatal biasa. Saya sempat berobat ke dokter kulit yang ada di luar kota tempat saya tinggal, karena di kota saya belum ada dokter kulit waktu itu, tetapi penyakit ini terus hilang timbul. Rasa tidak percaya diri pun muncul. Setelah mencari informasi sendiri, saya curiga bahwa ini adalah psoriasis, tetapi saya butuh kepastian dari dokter.

Penyakit ini masih hilang timbul. Hingga akhirnya, pada Oktober 2025, saya memberanikan diri untuk berobat ke RSUD, kebetulan saya punya BPJS jadi dengan rujukkan dari klinik, saya berobat ke dokter spesialis kulit yang ada di rumah sakit. Setelah menjalani pemeriksaan akhirnya dokter memvonis saya, benar saya terkena  psoriasis. Meski sudah menduganya, tetap saja mendengar langsung dari dokter membuat saya terpukul. Saya bahkan harus menjalani rawat inap selama tiga hari untuk pemeriksaan dan pengobatan lebih lanjut.

Apakah Itu Autoimun?

Autoimun adalah kondisi di mana sistem kekebalan tubuh ( imun ) seseorang menyerang sel-sel sehat dalam tubuhnya sendiri. Biasanya sistem kekebalan tubuh berfungsi melindungi tubuh dari organisme asing seperti virus dan bakteri dengan menghasilkan antibodi. Tapi dalam penyakit autoimun sistem kekebalan tubuh menganggap sel-sel tubuh yang sehat sebagai zat asing sehingga sistem kekebalan tubuh malah menyerangnya. Belum dapat dipastikan penyebab dari autoimun ini, tapi beberapa faktor seperti genetik, infeksi dan paparan zat kimia bisa menjadi penyebabnya. Ada banyak jenis autoimun salah satunya adalah psoriasis.

Apakah Itu Psoriasis?

Psoriasis adalah penyakit autoimun kronis yang mempengaruhi kulit. Psoriasis menyebabkan peradangan pada kulit yang ditandai dengan adanya bercak merah bersisik yang seringkali disertai rasa gatal dan nyeri. Psoriasis bisa muncul di area siku, lutut, punggung bawah dan kulit kepala. Tidak seperti sakit kulit lainnya, psoriasis tidak menular. Ada beberapa macam Psoriasis di antaranya adalah :

1. Psoriasis Vulgaris ( psoriasis plak) adalah jenis psoriasis yang umum.
2. Psoriasis Gutata
3. Psoriasis Pustular 
4. Psoriasis Kuku
5. Psoriasis Athritis
6. Psoriasis Kulit Kepala
7. Psoriasis Eritrodermik
8. Psoriasis Inversa

Karena saya menderita psoriasis vulgaris, di artikel selanjutnya saya akan membahas tentang penyebab, gejala dan ciri-ciri psoriasis vulgaris serta langkah-langkah pengobatan dan pencegahannya.

Apakah sahabat Blogger juga ada yang memilki pengalaman yang sama? share pengalamannya di kolom komentar ya. Jangan lupa untuk terus mengikuti blog saya. Terima Kasih dan salam sehat untuk semuanya.


Sumber: Wikipedia, Alodokter.