Waspadai Penyakit Kencing Tikus: Leptospirosis Bisa Mematikan
Halo, Sahabat Blogger!
Sahabat Blogger, apakah kalian pernah mendengar tentang penyakit kencing tikus? di balik namanya yang terdengar sepele, penyakit ini bisa menyebabkan kematian jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat. Dalam dunia medis penyakit ini dikenal dengan nama leptospirosis, penyakit infeksi serius yang bisa menyerang siapa saja bahkan penularannya bisa terjadi di lingkungan rumah tangga terutama jika ada banyak tikus yang berkeliaran bebas. Lalu apa sih leptospirosis itu?
Leptospirosis adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Leptospira, yang hidup dalam urin hewan terinfeksi terutama tikus. Bakteri ini bisa bertahan di air dan tanah selama berminggu-minggu, leptospirosis adalah penyakit yang bisa menular dari hewan ke manusia. Bagaimana leptospirosis bisa menular?
Leptospirosis bisa menular melalui beberapa cara:
- Kontak langsung dengan air atau tanah yang terkontaminasi urin tikus, terutama lewat luka terbuka atau kulit lembab.
- Melalui makanan dan minuman.
Makanan dan minuman yang dibiarkan terbuka apalagi di dapur beresiko terkontaminasi urin tikus, jadi alangkah baiknya mencuci semua bahan makanan sebelum digunakan.
Apa saja gejala yang timbul saat seseorang terjangkit leptospirosis?
Gejala leptospirosis bisa muncul dalam 2 hingga 30 hari setelah terinfeksi. Gejalanya bervariasi, mulai dari ringan hingga berat, seperti:
- Demam
- Nyeri otot, terutama di betis dan punggung
- Sakit kepala
- Mual dan muntah
- Mata kemerahan
Dalam kasus berat, infeksi bisa menyebabkan kerusakan hati dan ginjal, kulit dan mata menjadi kuning, sesak napas hingga kematian.
Siapa saja sih yang rentan terkena leptospirosis?
Pada umumnya leptospirosis bisa menginfeksi siapa saja, tapi ada beberapa kelompok yang memiliki risiko lebih tinggi, yaitu:
1. Pekerja Lapangan
- Petani
- Pekerja tambang
- Pekerja konstruksi
- Petugas kebersihan
- Pekerja saluran air atau got
- Petugas penyelamat saat banjir
2. Warga di Daerah Rawan Banjir
Warga yang tinggal di lingkungan tidak bersih
Sampah menumpuk, sanitasi buruk atau populasi tikus yang tidak terkendali meningkatkan risiko penularan.
3. Anak-anak
Anak-anak sering bermain di luar tanpa alas kaki dan sistem kekebalan mereka masih berkembang.
4. Pemilik Hewan Ternak atau Peliharaan
Hewan seperti anjing, kucing atau ternak bisa menjadi pembawa bakteri tanpa menunjukkan gejala.
Bagaimana cara pengobatannya?
Jika dicurigai terinfeksi leptospirosis, segera periksa ke fasilitas kesehatan. Dokter akan melakukan pemeriksaan, untuk kasus serius, pasien perlu dirawat inap dan mendapat perawatan intensif.
Karena penularan bisa terjadi di rumah, termasuk lewat makanan, berikut cara pencegahan yang bisa dilakukan:
- Simpan makanan dan bahan masakan dalam wadah tertutup
- Hindari membiarkan makanan terbuka di dapur
- Bersihkan dapur scara rutin
- Tutup celah agar tikus dari luar tidak masuk
- Gunakan perangkap tikus jika perlu
- Pastikan air minum bersih
- Jangan ada sampah menumpuk di dapur
- Cuci tangan sebelum dan sesudah mengolah makanan
Leptospirosis adalah penyakit berbahaya yang sering kali tidak disadari, tikus yang kerap dianggap remeh dan dianggap hanya sebagai hama ternyata bisa membawa penyakit yang mematikan. Jadi marilah kita jaga kebersihan untuk melindungi diri dan keluarga kita dari penyakit. Karena mencegah lebih baik daripada mengobati.
Salam sehat, Sahabat Blogger semuanya.

Komentar
Posting Komentar